February 13, 2013

Memberimu Ruang Bebas

Semuanya tentang kita, ya tentang kita.. tapi sudah berhenti, apa aku masih bisa masih menulis cerita kita lagi? Banyak kenangan yang mungkin sama sekali tidak kamu lihat, banyak kenangan yang mungkin akan tertata rapih dan tidak akan menjadi apa-apa lagi. Memberimu ruang bebas, ya seperti itulah bisaku katakan sekarang. Mungkin "kita" memang bukan untuk kemarin dan hari ini. Tapi siapa yang tau? Mungkin ada benarnya atas semua kalimat yang kamu bilang, tapi kamu harus tau seorang perempuan membutuhkanmu disaat-saatnya dia  butuh artinya kamu adalah orang yang berarti untuknya. Seorang perempuan yang terlalu banyak bicara takut kamu sakit atau kenapa-kenapa karena dia peduli. Ya Peduli.
Mungkin "kita" adalah bukan tentang aku dan kamu, Mungkin "kita" bukanlah cerita-cerita yang seperti diceritakan banyak orang, dan mungkin "kita" juga bukan pasangan yang benar-benar cocok seperti yang mereka bilang. "Kita" sudah bukan kita lagi. Sekarang adalah bagaimana aku menuliskan Aku dan Kamu.
Aku sudah tidak ada diantara dunia-duniamu lagi, begitu mungkin juga kamu nanti. Dunia "Kita" berhenti hari ini sejak aku membuka mata lagi, sampai seterusnya. Dan jika memang kamu bilang sedang mau sendiri, tidak sedang ingin berhubungan dengan siapa-siapa dulu. Aku fikir itu bukan urusanku lagi, urusanku hanya melihat kenyataannya. Bahwa kamu, ya seperti itulah kamu. Mungkin kamu salah satu kesalahan, atau mungkin keindahan yang sempat aku rasakan. Aku tidak ada niat untuk menunggumu, aku biarkan semuanya berjalan seiring waktu. Aku tidak ada niat untuk memusuhimu ku anggap semua ini akan baik-baik saja. Ada "Kita" atau tanpa "Kita" didalamnya. Mungkin setiap didekatmu aku merasa nyaman tapi..percuma jika kesedihan dan keraguan terdapat didalamnya. Aku mulai mengerti saat, emosi yang memuncak dalam hati, kalimat tanpa sadar aku ucapkan sendiri, Maaf. Jika kalaupun nanti kamu mendapatkan yang lebih baik itu tidak masalah buatku, cukup melihatmu senang.
Terlalu banyak yang aku rasakan kemarin dan hari ini dan aku memutuskan untuk mundur dan memberikan aku, dan kamu sedikit jarak biasa sampai entah kapan waktunya. Aku tau, jika bukan aku yang memulai kamu tidak akan melakukannya, kamu mengatakan "aku sayang kamu!" aku percaya kamu itu, tapi sudah tidak seperti dulu dan seindah dulu. Dan aku juga mungkin akan merubah semua sifat yang kamu sering kritik, selama "Kita" tidak bisa menjadi "Kita" . Tapi satu dari ini aku mengambil pelajaran, bukan bagaimana kita bisa bicara tentang ingin merasa sendiri, tapi bagaimana kita harus bisa berbicara dan mengerti satu sama lain.
dan...satu lagi,
Hari ini aku masih, sayang kamu.




by,
Deandapr

No comments:

Post a Comment